Home » » TKI yang Dimutilasi Diduga Pekerja Ilegal di Malaysia

TKI yang Dimutilasi Diduga Pekerja Ilegal di Malaysia

Posted by CB Blogger

Sejumlah fakta tentang Sri Panuti (43 tahun), tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Batang, Jawa Tengah, terduga korban Mutilasi di Malaysia, mulai terungkap.
Sri tidak tercatat dalam data TKI di Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jawa Tengah.

"Setelah kami periksa dalam Sisko TKLN (Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri), tidak ada nama Sri," kata Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Jawa Tengah, Pujiono kepada VIVAnews di Semarang, Kamis 11 Desember 2014.

Menurut Pujiono, Sri berangkat ke Malaysia pada 1998. Saat itu, BP3TKI memang belum menerapkan sistem Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTLN), sehingga nama Sri tidak tercatat di data BP3TKI maupun Dinas Kabupaten Batang.

Kendati demikian, karena Sri adalah warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri, pemerintah tetap akan memfasilitasi pemulangan jenazahnya ke kampung halaman.
BP3TKI menunggu hasil tes DNA pihak yang dicocokkan dengan jenazah mutilasi di Malaysia. “Kalau memang DNA cocok, akan kita pulangkan, " katanya.

Siswanto (43 tahun), adik ipar korban, mengatakan bahwa Sri Panuti memang berangkat tanpa melalui perusahaan jasa tenaga kerja indonesia (PJTKI) pada 1998. "Awalnya, saat berangkat tahun 1998, melalui PJTKI. Tetapi, karena sudah paham lingkungan (Malaysia), akhirnya, ya tinggal ke sana, tidak lewat perusahaan," ujarnya.

Keluarga berharap, pemerintah bisa segera memulangkan jenazah Sri. Tetapi, mereka menginginkan tidak dipungut biaya sedikit pun, karena keluarga Sri adalah keluarga tak mampu.

Sri Panuti diduga dimutilasi mantan pacarnya bernama Jhon. Kabar duka itu diterima anak korban, Sigit Adi Prayogo (23 tahun), melalui pesan singkat (SMS) pada 28 November 2014.
SMS dikirimkan teman ibunya bernama Hendra di Malaysia. Pesannya berisi kabar penemuan mayat dimutilasi diduga Sri Panuti yang ditemukan terbungkus karung di perkebunan kelapa sawit di Kota Perak, Malaysia.


0 komentar:

Posting Komentar