Home » » Sutradara Angkat Bicara Soal Film dan Novel Supernova

Sutradara Angkat Bicara Soal Film dan Novel Supernova

Posted by CB Blogger



Hari ini, Sabtu, 6 Desember 2014 film adaptasi novel laris berjudul Supernova: Ksatria, Putri & Bintang Jatuh, karya Dewi Lestari diluncurkan. Film ini diproduksi oleh PT Soraya Intercine Films dengan Sunil Soraya sebagai produser, dan disutradarai oleh sutradara kawakan Indonesia, Rizal Mantovani.

Film ini mengisahkan cerita cinta segitiga yang diberi elemen-elemen sains, filsafat dan spiritualitas.

Novelnya yang memiliki judul yang sama, pertama kali terbit pada tahun 2001 silam. Novel itu merupakan karya besar Dewi Lestari yang kemudian membuatnya jadi salah satu penulis besar Indonesia.

Hal tersebut membuat Rizal Mantovani merasa bangga bisa menyutradarai filmnya.

"Nggak pernah berpikir sekalipun akan menyutradarai film Supernova. Ini adalah sebuah anugerah dan kehormatan bagi saya," ujar Rizal saat konferensi pers peluncuran film Supernova: Ksatria, Putri & Bintang Jatuh di Plaza Senayan XXI, Sabtu malam, 6 Desember 2014.

Rizal juga mengatakan bahwa tidak mungkin untuk mmebuat film persis dengan novelnya. Tidak mungkin film bisa menggambarkan setiap imajinasi pembacanya. Itu karena film dan novel adalah dua hal yang sangat berbeda. Film menurutnya sangat terbatas dari segi gambar dan durasi.

"Film Supernova adalah dunia paralel dari novelnya. Serupa tapi tak sama," tambahnya.

Senada dengan Rizal, sang penulis novel Supernova, Dewi Lestari, juga mengatakan bahwa film yang diadaptasi dari sebuah novel bukan berarti setiap adegannya harus sama persis dengan novelnya. Ia mengaku baru menyadari hal itu.

"Cara berpikir saya sudah beda. Apalagi beberapa tahun terakhir beberapa buku saya dibuat film. Makanya akhirnya saya mau Supernova dibuat filmnya," ungkap wanita yang biasa disapa Dee ini.

VIVA.co.id


0 komentar:

Posting Komentar