Minyak mentah berjangka AS untuk Januari tercecer 4,5 persen, jatuh ke level US$60,94 per barel, terendah sejak Juli 2009.
Minyak jenis Brent berjangka juga turun hampir US$3 ke level US$64 per barel, setelah sebelumnya menyentuh harga US$60,63, level yang tidak pernah terlihat sejak 16 Juli 2009.
Administrasi Informasi Energi pemerintah AS, menyebut persediaan minyak mentah komersial AS naik 1,5 juta barel pekan lalu. Timbunan minyak mentah AS mencapai 380.800.000 sejak 5 Desember.
Stok bensin juga naik sebesar 8,2 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi analis (dalam jajak pendapat Reuters) sebesar 2,5 juta barel.
Harga patokan minyak North Sea (minyak mentah berkualitas tinggi) telah jatuh lebih dari 40 persen sejak Juni lalu.Padahal, kemarin, minyak West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik tipis 77 sen pada level US$63,82 per barel. [Baca: Meski Tipis, Harga Minyak Dunia Naik]
"Ada kesadaran bahwa
paruh pertama tahun depan akan terlihat sangat lemah," kata Gareth
Lewis-Davies, ahli strategi di BNP Paribas, dikutip dari laman CNBC, Kamis 11 Desember 2014.
Permintaan minyak global telah dibatasi oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi di Tiongkok serta stagnasi di banyak negara maju lainnya, terutama di Eropa.
"Gambaran mendasar belum benar-benar berubah, yakni jumlah pasokan yang melebihi pertumbuhan permintaan," kata Phin Ziebell, seorang analis senior di National Australia Bank.
Perusahaan minyak Italia dan kelompok bisnis energi, Eni mengatakan OPEC mungkin memangkas produksi pada musim semi dan bahwa harga minyak akan tetap antara US$66 dan US$75 per barel tahun depan.
Permintaan minyak global telah dibatasi oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi di Tiongkok serta stagnasi di banyak negara maju lainnya, terutama di Eropa.
"Gambaran mendasar belum benar-benar berubah, yakni jumlah pasokan yang melebihi pertumbuhan permintaan," kata Phin Ziebell, seorang analis senior di National Australia Bank.
Perusahaan minyak Italia dan kelompok bisnis energi, Eni mengatakan OPEC mungkin memangkas produksi pada musim semi dan bahwa harga minyak akan tetap antara US$66 dan US$75 per barel tahun depan.

0 komentar:
Posting Komentar