Jakarta, Pada bulan September 2014, pihak berwajib berniat meminta sebuah keluarga untuk keluar dari rumah mereka di Kanada ini karena hipotek mereka telah habis. Saat itulah sang sherrif menemukan sesuatu yang tak biasa dari keluarga ini.
Saat itu, sang pemilik rumah, Kaling Wald dan kelima anaknya (berusia 11-22 tahun) tengah mengepaki barang-barang mereka. Kemudian sang sherrif mendapati bau tak sedap ketika Kaling membuka pintu kamar tidurnya.
Ternyata di dalam kamar tidur itu ditemukan jenazah suami Kaling yang bernama Peter Wald. Jenazah ini tak hanya membusuk tapi juga telah mengundang sekumpulan tikus untuk masuk ke kamar tempat ia disimpan. Padahal Kaling telah mengunci kamar itu, termasuk menutup ventilasi udaranya agar bau busuk tubuh Peter tidak tercium keluar.
Jenazah Peter ditutup oleh tumpukan selimut yang direkatkan ke kasur dengan menggunakan lakban. Meskipun begitu, kedua ibu jari kakinya tampak menyembul keluar dari balik selimut. Sebuah topi juga diletakkan di atas kepala pria yang meninggal di usia 51 tahun tersebut.
Atas tindakannya itu, Kaling pun dinyatakan bersalah karena tidak segera melaporkan kematian suaminya kepada otoritas setempat. Apalagi ia sengaja membiarkan jenazah suaminya berada di kamar tidur selama enam bulan.
Uniknya, ketika ditanya apa alasan wanita berumur 50 tahun itu menyimpan jasad sang suami, ia menjawab, "Saya membiarkan tubuhnya membusuk karena saya dan kami sekeluarga terus berdoa dan menunggu keajaiban. Saya yakin suami saya bangkit dan hidup kembali," katanya seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (8/12/2014).
Kemudian Kaling mengisahkan suaminya meninggal karena diabetes yang dideritanya. Kaki kirinya sendiri telah terinfeksi, namun keluarga ini memutuskan tidak membawa Peter ke dokter. Mereka hanya memanjatkan doa kepada Tuhan agar diberi kesembuhan.
Pada bulan Maret, Peter jatuh koma, akan tetapi Kaling bersikeras tetap
tidur di sisi suaminya. Hingga akhirnya ia mendapati suaminya telah
terbujur kaku. Di situlah ia merasa Peter telah meninggal dunia. Namun
alih-alih memakamkannya, Kaling justru 'menahannya' di kamar tidur
sembari mengajak seluruh anggota keluarga untuk mendoakan kebangkitan
Peter dari kematian.
Menanggapi kasus ini, hakim Marjoh Agro
memberinya hukuman masa percobaan selama 18 bulan dan meminta Kaling
menjalani konseling. "Ini bukan soal kepercayaan Anda, bahwa suami Anda
akan bangkit atau tidak. Ini tentang keamanan dan kenyamanan yang
dirasakan anak-anak, serta komunitas di sekitar Anda," tandasnya.
Salah
seorang tetangga pasangan Peter-Kaling, Brian Dennis mengatakan Peter
sebenarnya orang yang baik karena kerap membantu tetangga di sekitarnya.
Ia menyayangkan karena kematian Peter tidaklah wajar. Namun belakangan
ia memang mencurigai ada yang berubah dari perilaku keluarga tersebut.
"Saya
pernah melihat keluarga ini menari-nari dan bernyanyi di halaman
belakang rumah mereka dengan mengenakan jubah serba hitam. Saya juga
pernah melihat ada lalat beterbangan di sekitar jendela kamar tidur
Peter dan burung-burung mematuki kacanya," kisahnya.
Ketika Brian
dan istrinya menanyakan kondisi kesehatan Peter, Kaling hanya menjawab
bahwa Peter sudah berada di tangan Tuhan. Mobil van keluarga ini juga
dipenuhi dengan pesan-pesan religius seperti 'Anda harus memilih antara
surga dan neraka'.
Detik.com
0 komentar:
Posting Komentar